Therapy Juice Apel untuk mengeluarkan batu empedu.

Apakah batu empedu dan bagaimana terbentuknya?

Salah satu fungsi liver adalah membuat “cairan bile”. Cairan ini mengandung air, kolesterol, lemak, garam bile, protein dan bilirubin. Fungsi cairan bile adalah untuk memecah lemak di dalam usus kecil.

Setelah dibuat akan disimpan dalam empedu dan empedu akan berkontraksi mengeluarkannya melalui saluran-saluran ke usus kecil saat tubuh membutuhkannya untuk memecah lemak.


Namun apabila cairan bile kelebihan kolesterol, garam bile dan bilirubin, maka dalam kondisi tertentu cairan ini akan menggumpal dan kita sebut ‘batu empedu’. Batu empedu bisa sebesar sebutir pasir , sebesar kacang hijau, kacang tanah yang jumlahnya bisa sampai puluhan dan ratusan atau sampai sebesar satu bola pingpong. Bila yang kebanyakan adalah kolesterol, maka warnanya adalah hijau, bila kebanyakan bilirubin, warnanya adalah coklat tua.

Batu empedu ini padat tapi tidak keras seperti batu, jadi bukan jenis yang sudah mengkristal.

Bagaimana mengetahui kita mempunyai batu empedu dan bahayakah?

Hampir setiap manusia dewasa memiliki batu empedu walau tidak merasakan sakit yang khusus pada empedu.

Bedanya hanya dalam jumlah dan ukuran.

Kita bisa mengetahuinya melalui USG abdomen atas. Namun karena sering tidak merasakan sakit langsung pada organ empedu, kita tidak memeriksakan diri dan tidak mengetahuinya, padahal disinilah bermulanya macam-macam penyakit sebab bila cairan bile tersebut menggumpal dan memenuhi empedu, metabolisme tubuh kita menjadi terganggu. Yang lebih parah apabila batu empedu tersebut sampai menyumbat saluran dalam tubuh, misalnya saluran dari liver, saluran ke usus kecil, saluran ke pancreas dll yang bisa membuat enzim pencernaan terjebak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Macam-macam penyakit berat yang bisa diakibatkan : macam-macam kerusakan dan infeksi pada liver (sirosis, fatty liver dll), pancreas, usus, empedu, sampai kepada kanker, stroke dll.

Seorang dokter di Cina meneliti bahwa setiap penderita kanker pasti mempunyai batu dalam empedunya.

Penyakit ringan yang dirasakan bila metabolisme tidak lancar : kolesterol, asam urat, kembung, infeksi yang menyebabkan sering demam.

Bagaimana mengeluarkan batu empedu?

Biasanya dokter akan memberikan obat untuk menghancurkan batu empedu, atau lebih beratnya dokter akan mengoperasi empedu untuk mengeluarkan batunya. Biayanya tentu mahal sekali.

Belakangan ini beredar sebuah metode therapy mengeluarkan batu empedu dengan cara mudah, murah dan dapat kita lakukan sendiri. Metode ini beredar melalui email dan disebutkan dianjurkan oleh seorang dokter dari Cina :

Lai Chiu Nan. Metode ini juga bisa ditemukan bila kita browsing di internet (google).

Metode tsb adalah:

1. Minum jus apel 4 gelas (1 liter) sehari selama 6 hari. Atau makan buah apel 5 – 6 butir sehari.

Makan minum seperti biasa tidak ada pantangan. Jus apel akan melembutkan batu empedu.

2. Pada hari ke 6, jangan makan malam (atau atur pola makan malam dan jam tidur). Bila makan, setelah 3 jam atau lebih dari waktu makan terakhir, minum 1 sendok teh rata garam inggris diseduh segelas air hangat. Selang 2 jam kemudian, ulangi minum 1 sendok teh rata garam inggris lagi dengan segelas air hangat. Kemudian menunggu 2 jam lagi, minum perasan air jeruk lemon (1/2 gelas) dicampur minyak zaitun/olive oil (1/2 gelas), aduk rata. Garam inggris akan membuka saluran empedu dan minyak untuk melumasi batu. Lemon untuk mengeluarkan batunya yang sudah empuk.

3. Kemudian tidur dan jangan makan lagi pada malam tsb.

Keesokan harinya kita akan buang air besar seperti biasa (tanpa rasa sakit yang aneh).

Perhatikan kotoran anda, sebab batu empedu akan mengambang.

Tips:

- bila membuat jus sendiri dari buah apel, jangan diberi terlalu banyak air supaya masih pekat.

- disarankan menggunakan produk jadi (tetapi pilih yang tanpa pengawet/ pemanis buatan), karena kita tidak persis

berapa komposisi air dan buah yang tepat. Produk kemasan antara Rp. 15.000 – 17.000/liter seperti merk Berri, Just

Juice, Dewlands dll.

- garam inggris bisa dibeli di apotik harga +/-Rp. 2.500 /kemasan

- jeruk lemon (bukan jeruk nipis), yang local juga bagus dan banyak airnya (tidak menimbulkan sakit maag pada

therapy ini, karena asam pada jeruk lemon bersifat basa bukan asam). Sekitar 3-5 butir, harga +/- Rp. 5.000.

- minyak zaitun/olive bisa dibeli di supermarket. Mungkin bisa menggunakan minyak lain, tetapi bila salah memilih

minyak, bisa menambah asupan kolesterol dalam tubuh kita. Harga +/- Rp. 60.000 / 500ml (ada kemasan lebih kecil).

Supaya mudah meminumnya, saya pilih merek Bertolli yang Extra Light.

Testimoni :
Yetty:

Saya sendiri sudah mencobanya. Saya tidak menyangka bahwa saat pertama melakukan therapy ini, batu empedu yang keluar bersama air besar, jumlahnya mencapai 40-50 buah dengan ukuran sebesar kacang hijau sampai kacang tanah dan berwarna hijau.

Selama ini saya tidak pernah melakukan USG abdomen atas, dan tidak merasakan mengidap suatu penyakit berat.

Namun dulu saya sering merasa pegal pada salah satu sisi leher/pundak, kembung, bersendawa dan pernah sakit kepala. Setelah melakukan therapy ini, selama 5 bulan saya tidak merasakan pegal kaku dileher dan masuk angin lagi. Saya berniat melakukan therapy ini paling tidak 6 bulan sekali. Tetapi juga yang paling penting setelah itu, menjaga pola makan, hindari makanan berlemak.

Ibunda dari Yetty:
Mama mengidap sirosis hati dan dari hasil USG abdomen atas sebanyak 2 kali dalam waktu setahun, dikatakan ada lumpur dalam empedunya. Dokter memberikan obat penghancur batu empedu, namun masih ada batunya.

Setelah mencoba 2 kali therapy jus apel, yang mana pertama kali keluar seperti lumpur hijau, dan yang kedua kalinya keluar batu sebesar kacang tanah sebanyak +/-5 butir. Hasil USG terakhir sudah tidak ditemukan lumpur dan batu dalam empedunya. Bahkan setelah 6 bulan lewat berlalu, hasil USG masih tdk menyebutkan adanya lumpur/ batu empedu.

Tidak diketahui namanya: (pesan terusan lewat email):
Salah seorang yang membagikan resep ini melalui email, bercerita bahwa 4 dokter sudah mendiagnosis dia menderita hepatitis A dan kantong empedunya penuh batu. Satu-satunya cara hanya mengoperasi untuk mengangkat kantong empedunya (yang mana diperkirakan biaya operasinya saja bisa berkisar antara 40 – 60 juta). Tetapi setelah melakukan therapy ini, hasil USGnya sudah tidak menunjukkan ada batu empedu lagi dan tidak perlu operasi lagi.

Dia juga menyebutkan bahwa ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor.

Bayangkan bila kantong empedu kita sampai diangkat, berarti tidak ada tempat menyimpan cairan bile lagi.

Saya sudah melakukannya dan merasa therapy ini tidak sulit untuk dilakukan.

Lebih-lebih hasil USG ibu saya menunjukkan bahwa tidak ada lumpur atau batu empedu lagi didalam kantong empedunya. Semoga penyakit sirosis hati yang dideritanya tidak akan bertambah parah, karena metabolisme tubuhnya diharapkan bisa menjadi lebih baik.

Dari hasil browsing di internet http://digestive.health.ivillage.com/(gallstone), saya menemukan artikel tentang batu empedu.

Berdasarkan riset, batu empedu ditemukan dan lebih sering berkembang pada factor:

- Jender. Wanita berusia 20-60 lebih beresiko terhadap terbentuknya batu empedu dibanding pria

- Berat badan. Kelebihan berat badan dan berat badan yang cepat naik turunnya.

- Usia. Umur diatas 60 tahun lebih beresiko.

- Kadar estrogen. Peningkatan hormone wanita estrogen bisa meningkatkan resiko batu empedu.

Wanita hamil, wanita yang menggunakan metode hormonal sebagai media kontrasepsi (seperti

Pil KB) dan wanita menopose yang menggunakan terapi hormone.

- Riwayat pribadi. Orang yang sebelumnya sudah terbentuk batu empedu, kemungkinan besar

akan terbentuk lagi, karena system metabolisme tubuhnya.

- Riwayat keluarga atau factor keturunan.

- Penyakit. Gangguan saluran empedu, gangguan usus kecil, penyakit metabolisme (seperti diabetes),

penyakit liver (seperti sirosis). (Atau sebaliknya? Karena batu maka timbul penyakit tsb, karena bila batu empedu yang keluar sendiri dan terjebak di saluran tubuh, akan menghambat enzim dan terjadi penumpukan sehingga bisa menjadi awal suatu penyakit).

- Etnik. Batu empedu lebih banyak terjadi pada orang Amerika, Latin, Kaukasia (bule).

Pada orang Afrika dan Jepang lebih sedikit. (mungkin pola makan?)

Penelitian di Amerika, 1 dari 12 orang mempunyai batu empedu.

Banyak orang tidak mengalami gejala sehingga tidak menyadari bahwa mereka mempunyai batu (silent gallstones)

dan baru ketahuan saat dokter menemukan masalah penyakit lain.

Beberapa tanda orang yang mempunyai batu empedu (symptomatic gallstones):

- Perut penuh gas

- Sakit terus menerus pada perut atas ( mungkin kadang-kadang seperti sakit maag)

- Mual

- Sakit Kuning

- Demam

- Sakit pada punggung belakang antara lempengan bahu atau dibawah bahu kanan

Pencegahan untuk batu empedu:

Walaupun formasi pembentukan batu empedu tidak sepenuhnya bisa dicegah, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko :

- Makan seimbang. Makan makanan yang rendah lemak dan banyak serat seperti buah segar, sayur mayur dan biji-bijian.

- Kurangi makan lemak hewani, mentega, margarine, mayonnaise dan gorengan.

- Makan makanan berkalori.

- Jaga berat tubuh yang ideal.

- Rajin berolahraga.

- Hindari menurunkan berat badan secara drastic.

Pesan ini saya teruskan semoga bisa bermanfaat , lebih baik mencegah daripada mengobati dan apabila sudah sakit semoga therapy yang mudah ini dengan biaya yang tidak terlalu mahal bisa membuat tubuh kita kembali menjadi sehat. Namun bila sudah sakit parah, sebaiknya penyakit dikonsultasikan dengan dokter.
Share this post :

Poskan Komentar

Google translate

 
Support : Creating Website | Be Smart and Healthy | Be Smart and Healthy
Copyright © 2011. Be Smart-Be Healthy - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Be Smart and Healthy
Proudly powered by Blogger